akhirnya semua akan tiba
pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih,
lembah Mandalawangi
kau dan aku tegak berdiri
melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin
haripun menjadi malam
kulihat semuanya menjadi muram
wajah-wajah yang tidak kita kenal
berbicara dalam bahasa yang kita tidak mengerti
seperti kabut pagi itu
aku akan jalan terus
membawa kenangan-kenangan dan harapan harapan
bersama hidup yang begitu biru
CATATAN SEORANG DEMONSTRAN
BalasHapusPenulis : Soe Hok Gie
Penerbit : Pustaka LP3ES
Halaman : xxx+385 hlm (SC)
Ukuran : 15.5 x 23
Harga : Rp 60.000
'Catatan Seorang Demonstran' Sebuah buku tentang pergolakan pemikiran seorang pemuda, Soe Hok Gie. Dengan detail menunjukkan luasnya minat Gie, mulai dari persoalan sosial polotik Indonesia modern, hingga masalah kecil hubungan manusia dengan hewan peliharaan. Gie adalah seorang anak muda yang dengan setia mencatat perbincangan terbuka dengan dirinya sendiri, membawa kita pada berbagai kontradiksi dalam dirinya, dengan kekuatan bahasa yang mirip dengan saat membaca karya sastra Mochtar Lubis.
"Gie", banyak menulis kritik-kritik yang keras di koran-koran, bahkan kadang dengan menyebut nama. Dia pernah mendapat surat kaleng yang memaki-maki dia " Cina yang tidak tahu diri, sebaiknya pulang ke negerimu saja". Ibunya pun sering khawatir karena langkah-langkah "Gie" hanya menambah musuh saja.
"Soe Hok Gie" bukanlah stereotipe tokoh panutan atau pahlawan yang kita kenal di negeri ini. Ia adalah pecinta kalangan yang terkalahkan dan mungkin ia ingin tetap bertahan menjadi pahlawan yang terkalahkan, dan ia mati muda.
Semangat yang pesimis namun indah tercermin dimasa-masa akhir hidup juga terekam dalam catatan hariannya : "Apakah kau masih disini sayangku, bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu."
"aku akan jalan terus membawa kenangan-kenangan dan harapan
bersama hidup yang begitu biru", Gie
sms 0821.3382.2284