Laman

Jumat, 04 November 2011

Mata Air dalam Telaga Sunyi

Beribu lembar cerita yang tidak pernah usai kurajut
berpuluh tinta yang kuperlukan tuk menulisnya.
berlembar-lembar kertas yang berserakan tanpa oktah

kubiarkan mata air mengalir sepanjang telaga sunyi
tak terbendung dalam aliran deras dari masa lampau
yang tak pernah ku mengerti amarah dan kesakitan,
rasa dendam dan pengharapan

penantian yang begitu panjang
semua menjadi kabur dan melelahkan
kesadaranku telah merapuhkan segalanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar