berpuluh tinta yang kuperlukan tuk menulisnya.
berlembar-lembar kertas yang berserakan tanpa oktah
kubiarkan mata air mengalir sepanjang telaga sunyi
tak terbendung dalam aliran deras dari masa lampau
yang tak pernah ku mengerti amarah dan kesakitan,
rasa dendam dan pengharapan
penantian yang begitu panjang
semua menjadi kabur dan melelahkan
kesadaranku telah merapuhkan segalanya.